Dr. Hj. Elviana Hadiri Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan MBG


Pemkot Jambi Percepat Program Makan Bergizi Gratis, Targetkan 74 Dapur Beroperasi Juni 2026

Jambi - Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terus mempercepat pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. memimpin langsung Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan MBG yang digelar di Aula Telanaipura Bappeda Kota Jambi, Kamis (15/1/2026).

Rapat tersebut dihadiri Anggota DPD RI Dr. Hj. Elviana, M.Si, unsur Forkopimda, Satgas MBG, Badan Gizi Nasional (BGN), BPOM, pimpinan yayasan, serta Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kota Jambi.

Anggota DPD RI Elviana mengapresiasi langkah Pemkot Jambi yang melakukan evaluasi pelaksanaan MBG sejak dini.

“Kami di DPD RI memiliki fungsi pengawasan terhadap penggunaan APBN. Program ini harus berjalan optimal karena menyangkut masa depan generasi muda,” ujarnya.

“Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar pembagian makanan, tetapi investasi jangka panjang bagi kualitas generasi bangsa. Karena itu, pelaksanaannya di Kota Jambi harus benar-benar terukur, tepat sasaran, dan memenuhi standar gizi serta keamanan pangan,” ujar Elviana.

Elvina juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Jambi yang melakukan evaluasi sejak awal. Ini menunjukkan komitmen kuat agar anggaran negara yang digunakan melalui APBN betul-betul memberi dampak nyata bagi anak-anak, khususnya dalam menekan stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan.

“Ke depan, koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat, mulai dari pemerintah daerah, Badan Gizi Nasional, BPOM, hingga satuan pelayanan di lapangan, agar tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga berkelanjutan dan dapat menjadi contoh bagi daerah lain.”

“DPD RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara konstruktif, bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan program ini berjalan optimal demi masa depan generasi muda di Jambi,” tambah Elviana.

Menurut Elviana, Program Makan Bergizi Gratis merupakan kebijakan strategis nasional yang sangat fundamental karena menyentuh langsung akar persoalan kualitas sumber daya manusia, khususnya pada anak-anak dan remaja. Program ini bukan sekadar memberikan makanan, tetapi merupakan upaya negara dalam memastikan setiap generasi muda mendapatkan asupan gizi yang layak, seimbang, dan aman.

“Setiap tahapan pelaksanaan MBG berjalan sesuai dengan tujuan, tepat sasaran, serta sejalan dengan standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional dan ketentuan keamanan pangan dari BPOM,"katanya.

“Sebagai lembaga yang memiliki fungsi pengawasan terhadap penggunaan APBN, DPD RI memandang bahwa transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas pelaksanaan menjadi kunci utama. Anggaran negara yang digunakan dalam program MBG harus benar-benar memberikan dampak nyata, terutama dalam menurunkan angka stunting, meningkatkan kesehatan anak, serta mendukung proses belajar yang lebih optimal,"terang Elviana.

“DPD RI akan terus melakukan pengawasan secara konstruktif dan berorientasi pada solusi. Tujuan kami bukan untuk mencari kekurangan, melainkan memastikan Program Makan Bergizi Gratis benar-benar menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan generasi muda Jambi dan sekaligus menjadi model pelaksanaan yang baik bagi daerah lain di Indonesia,"ujar Elviana.

Program MBG merupakan kebijakan prioritas Pemerintah Pusat yang diinisiasi Presiden RI Prabowo Subianto dan bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta menekan angka stunting melalui pemenuhan gizi yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional.

Pada kesempatan yang sama Wali Kota Jambi Maulana menegaskan bahwa keberhasilan program MBG membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat dan berkelanjutan.

“Pemerintah daerah memfasilitasi pemetaan persoalan di lapangan, mulai dari ketersediaan bahan pokok, regulasi, hingga kesiapan dapur SPPG,” ujar Maulana.

Sebagai dasar hukum, Pemkot Jambi telah menerbitkan Keputusan Wali Kota Jambi Nomor 765 Tahun 2025 tentang Pembentukan Satuan Tugas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG. Satgas ini diketuai Sekda Kota Jambi Drs. H. A Ridwan, M.Si.

Pemkot Jambi menargetkan seluruh sasaran penerima manfaat MBG dapat terlayani pada pertengahan tahun 2026. Berdasarkan data, sebanyak 275.738 warga Kota Jambi masuk dalam target penerima manfaat.

“Pada Juni 2026, ditargetkan 74 dapur SPPG beroperasi penuh untuk melayani balita, peserta didik, ibu hamil, dan ibu menyusui,” kata Maulana.

Terkait ketersediaan pangan, Pemkot Jambi memastikan pasokan bahan pokok masih dalam kondisi aman. Namun, pengawasan terhadap keseimbangan suplai dan permintaan akan terus dilakukan guna menjaga stabilitas harga.

Wakil Ketua Satgas Percepatan MBG Kota Jambi Mulyadi menyampaikan, hingga Januari 2026 telah tersedia 38 dapur SPPG dari target 74 unit, atau sekitar 62 persen.

“Sisanya sebanyak 36 dapur masih dalam tahap pembangunan. Kami optimistis target dapat tercapai,” jelas Mulyadi.

Saat ini, program MBG di Kota Jambi telah menjangkau 94.302 penerima manfaat, terdiri dari 92.568 peserta didik, 1.120 balita, 439 ibu menyusui, dan 175 ibu hamil.

Rapat koordinasi tersebut ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama antara Pemkot Jambi, Satgas MBG, Korwil BGN, distributor bahan pokok, serta mitra yayasan sebagai bentuk dukungan percepatan pelaksanaan program MBG di Kota Jambi.(AsenkLeeSaragih) 

BERITA LAINNYA

Posting Komentar

0 Komentar